Sabtu, 18 Juli 2015

Kalau Rezeki Nggak Akan Kemana-mana

Setelah menemani anak-anak saya berenang di kolam Ustad Hasbi (Uhas), rencana kita langsung pulang. Tapi di perempatan, terpikir untuk belok kiri ke rumah salah seorang ustazah-nya istri saya waktu sekolah dulu.

Tiba di sana, setelah minum dan makan kue, kita diminta makan siang. Ternyata, apa yang saya inginkan ada di situ: udang. Udah beberapa hari ini memang saya ingin makan udang. Gayung pun bersambut. Akhirnya makan udang.

Udang ini ternyata asalnya dari Sulawesi Tenggara, dibawa ke Maccopa di Maros. Sedangkan saya, beberapa hari lalu berangkat dari Bandung ke Jakarta, dari Jakarta terbang ke Makassar, dari Makassar ke Maros. Di Maros inilah 'jodoh' itu tiba.

Memang, ini kelihatannya sih sepele. Tapi ini soal rezeki. Jika memang sudah rezeki kita, nggak ada orang lain yang bisa menahan-nahan. Rezeki telah diturunkan Allah kepada seluruh hamba-Nya. Jadi, kita nggak boleh putus harapan dengan rezeki Allah. Semua sudah ada rezekinya, sudah dapat ketentuan pembagian dari Allah. *

3 komentar:

  1. Perjalanan yang jauh untuk makan udang ^_^

    BalasHapus
  2. Perjalanan yang jauh untuk makan udang ^_^

    BalasHapus
  3. Konon, katanya yang diperjuangkan itu terasa nikmat rasanya

    BalasHapus

GARBI: Gerakan Intelektual atau Proto-Parpol?

Logo GARBI Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI) saat ini banyak dibincangkan orang, terutama di kalangan mereka yang sedang (atau pernah)...