Tuesday, May 25, 2021

Logika Rezeki

Obrolan soal belajar dan bekerja sesungguhnya tidak terlepas dari rezeki. Keduanya adalah rezeki dalam arti kebaikan. Bagaimana cara dapat keduanya? Tentu kita harus tahu pola yang tersedia di alam ini. Tuhan beri banyak sekali tanda-tanda alam yang dapat kita pikirkan dan manfaatkan agar bisa mencapai yang namanya sukses--di dunia, dan di akhirat insya Allah.

Rezeki belajar dan bekerja sesungguhnya dapat terbuka jika kita mau mempraktikkan apa yang saya sebut sebagai 3H: head, hands, dan heart. Kepala harus kita pakai untuk berpikir, dapat pengetahuan, yang dari situ kita dapat pendalaman. Tangan harus kita gunakan untuk bekerja, dan pada akhirnya harus menemukan sesuatu. Dan, hati harus kita pakai untuk menjadi manusia yang memotivasi dan punya tujuan hidup. Integrasi tiga H ini penting sekali agar berhasil dalam berbagai tujuan hidup.
Semua orang berhasil mengintegrasikan tiga H itu. Berbagai literatur yang saya baca, termasuk biografi para tokoh, termasuk qashasul anbiya' ("kisah-kisah para Nabi") juga mengintegrasikan 3 hal itu. Ketiganya itu merupakan anugerah dari Tuhan yang kalau kita optimalkan maka dapat memberikan efek wow bagi tiap orang. Artinya, semua orang--dari yang beragama sampai tidak beragama--jika memanfaatkan tiga hal itu maka dia akan berhasil.
Tapi memang, dalam agama punya konsep lainnya, yaitu kesalehan (piety). Tiga hal itu jika dilaksanakan secara konsisten tanpa kesalehan maka akan menjadi pribadi sukses (di dunia) tapi belum tentu di alam akhirat. Maka, agama punya konsep kesalehan, yaitu sikap untuk mengikuti apa yang diperintahkan agama. Agama dalam hal ini menjadi penentu yang mana disebut sebagai pemenang dan kalah, mana yang beruntung dan mana yang merugi.
Maka, jika dalam sebuah diskusi saya hanya menyebut tiga H itu, hari ini saya ingin menambahkannya dengan kesalehan. Seseorang harus punya kesalehan agar kesuksesan yang dia dapatkan itu dapat memberikan makna tidak hanya di dunia tapi juga di akhirat, di alam yang kita tidak tahu tapi Tuhan memberitahukan bahwa alam itu memang ada dan kita harus percaya seutuhnya.
Jadi, sesiapa yang ingin berhasil dalam studi (apakah ia seorang ayah muda atau tua), dalam bekerja (masih bawahan atau atasan), atau dalam berbagai aktivitasnya, maka keberhasilan yang harus dia kejar janganlah hanya keberhasilan temporal (seperti sekedar dapat gelar, terkenal, kaya, dst) tapi mereka harus mencari juga keberhasilan yang abadi, yaitu berhasil dan beruntung pada alam yang di sana. Dan itu dapat didapatkan lewat optimalisasi kepala, tangan, hati, ditambah dengan amal saleh.

No comments:

Post a Comment

Untuk Pencela Donasi Palestina

Ada saja orang yang tidak senang dengan donasi masyarakat Indonesia untuk Palestina dengan jumlah yang miliaran. Dalam ayat ini, karakter ti...