Monday, June 15, 2020

Bergembira di Teko Literasi

Saya beruntung berkawan dengan banyak orang dan komunitas. Salah satunya adalah Teko Literasi, sebuah kumpulan anak muda Indonesia dari berbagai daerah dan juga negara seperti Mesir dan Jepang. Di awal-awal anggotanya lebih banyak berasal dari Mesir, mahasiswa yang lagi berjuang di negeri Fir'aun tersebut.

Salah satu diskusi yang mereka buat sangat menggelitik, yaitu "Normal Tidak Normalnya New Normal" yang digelar oada 15 Juni 2020 di platform zoom. Sebagai pembicara, saya dan Dokter Muda influencer, Syarifah Putri Nabila. Menetap di Medan.

Dalam diskusi saya bahas soal bagaimana masyarakat Indonesia melihat covid-19. Ada yang taat tapi tidak jarang yang membangkang protokol karena alasannya "ini konspirasi" sampai pada cuek bahwa mereka masih muda--dan imunitasnya kuat melawan virus.

Dokter Putri Nabila menjelaskan beberapa hal yang harus dilakukan agar kita terhindar dari virus seperti rajin mencuci tangan dengan air yang mengalir, berolahraga, dan makan buah-buahan.

"Satu yang penting adalah cintailah dirimu sendiri," kata Nabila. Moderator, Aswar, mahasiswa di Mesir menimpali, "Kita memang harus mencintai diri sendiri sebelum mencintai orang lain.." Hamdy M. Zen dari Ternate berkomentar: "Luar biasa moderator kita!"

Diskusi ditutup dengan perkenalan sesama anak bangsa dari berbagai daerah. Beberapa yang hadir di antaranya adalah Aswar, Yanuardi Syukur, Fathu Gala, Ari Zulkarnain, Hamdy M. Zen, Ayu Suciati, Alya Kamila, Yusya Renilda, Arafah, Putri Nabila, Jaja Suhana, dan Eka Purwanti.

Diskusi ini berlancar lancar, ringan, dan menyenangkan yang diiringi dengan semangat kekeluargaan sesama warga Indonesia. "Diskusi ini sangat bagus untuk membuat kita sehat dan senang di masa pandemi seperti sekarang," kata salah seorang peserta.

No comments:

Post a Comment

Bahagia di Tengah Pandemi

Semua kita perlu mencari cara-cara bahagia di tengah pandemi yang belum menunjukkan kapan selesainya. Mendengarkan lagu lawas adalah cara sa...