Wednesday, December 25, 2019

In Memoriam: Inayah, Ko Ipul, dan Pak Muhsin

Beberapa waktu ini saya mendengarkan info duka cita dari beberapa orang yang saya kenal. Inayah Mangkulla adalah yunior saya di FLP Sulsel. Waktu saya bentuk FLP Unhas, ia salah seorang yang bergiat di situ. Beberapa tulisannya telah terbit, terutama puisi dan cerpen.

Di Facebook saya menulis:

"Turut berduka atas wafatnya Inayah Mangkulla, salah seorang kawan saya di Makassar. Bisa disebut bahwa Inayah adalah salah seorang perempuan penulis dari kota Makassar. Ia menyenangi puisi dan juga cerpen. Dalam kegiatan FLP Sulsel, Inayah termasuk yg rajin jadi panitia. Waktu FLP Unhas terbentuk, Inayah termasuk yg mula-mula bergiat di situ. Saya berdoa semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah swt, diampuni segala dosa, dan keluarga diberi kesabaran."
Lukisan Harir untuk Inayah beberapa waktu lalu. Saya japri Harir di IG terkait hal itu
Salah satu buku antologi puisi yang ada puisi Inayah Mangkulla

Orang kedua adalah Saiful Syaman, anggota DPRD Halmahera Utara yang juga tetangga saya di Rawajaya, Tobelo.

Di Facebook saya menulis dalam perjalanan Jakarta-Cirebon:

Turut berduka atas wafatnya tetangga kami di Desa Rawajaya, Tobelo, Bpk Syaiful Saman. Rumah keluarganya persis di samping tanah kami di Rawajaya. Waktu kecil hingga dewasa saya kenal pribadinya dari orang lain. Waktu saya nyantri di Darunnajah, ia masih aktif di Brimob Kelapa Dua. Orang Malut kadang datang ke rumah om saya, H. Yos Amini Kotto, di Srengseng Sawah, walau tidak semua saya kenal. Di tanah kami, samping rumah ayahnya Ko Ipul, saya dulu pernah pelihara ayam, ikut gali-gali tanah buat bikin empang (sayangnya ayam kami dimakan soa-soa--sejenis kadal dan ikannya juga nggak menghasilkan). Saya kadang duduk di atas pohon lihat ikan-ikan di bawah (skr agak susah manjat pohon). Saya juga tanam pohon alpukat di situ. Kayaknya udah ditebang. Tanah yg bersebelahan dg kali dan sekolahan tsb skr diteruskan ke adik saya yg baik. Atas nama keluargaku di Depok dan keluarga alm Rasyidin Syukur, kami turut berduka atas wafatnya Ko Ipul (kabarnya wafat di Jakarta saat Munas Hanura). Semoga alm mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah dan keluarga diberi kesabaran.

Syaiful Saman setelah pelantikan sebagai anggota dewan

Orang ketiga adalah Pak Muhsin, seorang tetangga saya di Pesantren Darul Istiqamah, Maros. Saya lihat beliau orang yang sabar, dan bijaksana. Bicaranya tidak kencang, santun. Saya sering bertemunya di masjid. Beberapa tahun terakhir, beliau memang dikabarkan sakit, agak kurusan.

Andi Muhsin Badiu dengan istri
Andi Muhsin Badiu bersama para pelaksana amanah Darul Istiqamah

Kepada tiga kenalan yang telah pergi duluan, saya berdoa semoga Allah swt mengampuni segala dosa, menempatkan di tempat terbaik, dan keluarga diberi kesabaran.

No comments:

Post a Comment

Bahagia di Tengah Pandemi

Semua kita perlu mencari cara-cara bahagia di tengah pandemi yang belum menunjukkan kapan selesainya. Mendengarkan lagu lawas adalah cara sa...