Type something and hit enter

author photo
By On
Pada sebuah siang, Rabu, 16 Desember 2015, saya menjadi moderator launching buku Ayat-Ayat Cinta 2 bersama Habiburrahman El Shirazy atau yang biasa disapa Kang Abik.

Kegiatan bertempat di Aula Universitas Islam Makassar. 

Kang Abik bercerita bahwa "dalam sastra ada sihirnya." Artinya bahwa penulis yg baik benar-benar memperhatikan kalimatnya agar memberi pengaruh bagi pembaca. 
Diskusi ini menarik karena Kang Abik juga memaparkan pengalamannya. Ia memulai karyanya dengan riset sedalam-dalamnya. Waktu menulis Bumi Cinta, ia bertemu dengan orang yang pernah tinggal di Moskow, dan mendengarkan langsung bagaimana suasana di sana. 

Selain itu, ia juga mengkaji lebih dulu agar datanya lebih lengkap. Ketika menulis AAC 1 terlihat Kang Abik lebih leluasa menjelaskan setting kota Mesir, akan tetapi ketika menulis tentang Ediburgh memang agak beda dengan narasi tentang Mesir. Kang Abik sendiri pernah menginap di Ediburgh hanya untuk mendapatkan pengalaman yang akan dimasukkan dalam AAC 2. 
Buku AAC 2 ini ditulis selama 1 thn, berbeda dgn AAC 1 yg hanya 1 bulan. Untuk buku ini, Kang Abik juga berkunjung ke Edinburgh ditemani Mas Ganjar Widhiyoga saat diundang oleh KIBAR di Inggris Raya. Selamat buat Kang Abik! *

Click to comment