Type something and hit enter

author photo
By On
Setelah menemani anak-anak saya berenang di kolam Ustad Hasbi (Uhas), rencana kita langsung pulang. Tapi di perempatan, terpikir untuk belok kiri ke rumah salah seorang ustazah-nya istri saya waktu sekolah dulu.

Tiba di sana, setelah minum dan makan kue, kita diminta makan siang. Ternyata, apa yang saya inginkan ada di situ: udang. Udah beberapa hari ini memang saya ingin makan udang. Gayung pun bersambut. Akhirnya makan udang.

Udang ini ternyata asalnya dari Sulawesi Tenggara, dibawa ke Maccopa di Maros. Sedangkan saya, beberapa hari lalu berangkat dari Bandung ke Jakarta, dari Jakarta terbang ke Makassar, dari Makassar ke Maros. Di Maros inilah 'jodoh' itu tiba.

Memang, ini kelihatannya sih sepele. Tapi ini soal rezeki. Jika memang sudah rezeki kita, nggak ada orang lain yang bisa menahan-nahan. Rezeki telah diturunkan Allah kepada seluruh hamba-Nya. Jadi, kita nggak boleh putus harapan dengan rezeki Allah. Semua sudah ada rezekinya, sudah dapat ketentuan pembagian dari Allah. *

3 comments

avatar

Perjalanan yang jauh untuk makan udang ^_^

avatar

Perjalanan yang jauh untuk makan udang ^_^

avatar

Konon, katanya yang diperjuangkan itu terasa nikmat rasanya

Click to comment