Type something and hit enter

author photo
By On


ORANG yang jujur akan dimudahkan dalam prosesnya meniti sukses. Itu karena orang jujur disukai banyak orang. Logika sederhananya, kalau kita disukai banyak orang pasti orang lain juga akan tidak segan-segan untuk membantu.
Misal, kita punya 10 kawan yang percaya bahwa kita orang yang jujur. Kalau satu tidak membantu, bisa jadi yang lainnya akan membantu. Pastinya dalam 10 orang itu, ada saja lebih dari satu orang yang akan membantu. Ini berarti dalam 10 orang kenalan kita, ada saja di antara mereka yang berbesar hati untuk membantu.
Mereka yang berlaku jujur maka kesuksesan akan menjadi miliknya. Bijak bestari berkata, "Sahabat yg jujur lebih besar harganya daripada harta benda yg diwarisi dari nenek moyang." Orang yang jujur biasanya juga akan lebih beruntung. Keberuntungannya bisa kita lihat dari kisah singkat di bawah ini. Mari kita lihat:
Ada seorang pria berkebangsaan Eropa yang telah memeluk Islam. Dia adalah seorang muslim yang baik Islamnya, jujur dalam tindakannya dan bersemangat untuk menampakkan keislamannya. Dia bangga dengan Islamnya di hadapan orang-orang kafir. Tidak ada perasaan minder, malu atau perasaan ragu. Bahkan tanpa ada kesempatan terlewatkan dia selalu bersemangat untuk menampakkan keislamannya itu.
Suatu saat dia bercerita bahwa ada sebuah iklan lowongan kerja di sebuah instansi pemerintah yang kafir. Pria muslim yang bangga dengan Islamnya ini mengajukan lamaran untuk mendapat pekerjaan tersebut. Tentunya dia harus menjalani tes wawancara. Selain dia banyak juga orang yang ikut tes ini. Saat tiba gilirannya untuk tes wawancara, panitia khusus wawancara ini mengajukan kepadanya beberapa pertanyaan.
Di antara pertanyaan itu adalah, “Apakah Anda minum minuman keras?” Dia menjawab, ”Tidak, saya tidak mengkonsumsi minuman keras karena saya orang Islam dan agama saya melarangnya.” Mereka bertanya lagi, ”Apakah Anda memiliki teman kencan atau pacar?” Dia menjawab, ”Tidak, karena agama Islam yang saya peluk ini telah mengharamkannya. Saya hanya berhubungan dengan istri yang telah saya nikahi sesuai dengan syariat Allah Swt.”
Selesailah wawancara kerja itu. Dia keluar dari ruang tes, tetapi dia pesimis akan berhasil dalam persaingan ini. Ternyata di luar dugaan hasil akhir menyebutkan, semua pelamar yang jumlahnya banyak itu gagal, hanya dialah satu-satunya yang berhasil diterima. Kemudian dia pergi menemui ketua panitia tes itu dan mengatakan:
“Tadinya saya menunggu pernyataan tidak diterima untuk pekerjaan ini, sebagai balasan atas perbedaan agama antara saya dan Anda, juga karena saya memeluk Islam. Saya terkejut bisa diterima untuk bergabung dengan rekan-rekan Kristen di sini. Apa rahasia dibalik itu?“
Ketua panitia menjawab:
“Sebenarnya orang yang dicalonkan untuk pekerjaan ini, syaratnya harus yang selalu cekatan dan perhatian penuh dalam setiap keadaan, juga tidak mabuk. Sementara, orang yang mengkonsumsi minuman keras tidak mungkin bisa demikian. Kami memang mencari orang yang tidak mengkonsumsi minuman keras, dan Anda terpilih untuk pekerjaan ini karena Anda memenuhi syarat.“
Maka keluarlah dia dari ruangan seraya memuji dan bersyukur kepada Allah Swt yang telah melimpahkan untuknya nikmat yang begitu besar sambil membaca firman Allah:
"Dan barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Allah jadikan untuknya jalan keluar." (QS. Ath-Thalaq: 2) []

Click to comment