Type something and hit enter

author photo
By On


TIAP kita pasti punya gagasan. Terkadang, gagasan itu dengan sekelebat muncul dari benak ketika kita menghadapi sebuah masalah yang begitu pelik. ”Gagasan,” kata Bondan Winarno, ”bukanlah komoditi murah. Gagasan yang inovatif adalah sesuatu yang mahal harganya.”
Dalam bukunya Seratus Kiat, Bondan mencontohkan orang yang berhasil mengamankan gagasannya. Tirto Utomo, nama pengusaha itu. Ia menemukan gagasan mendirikan pabrik air minum mineral dalam botol Aqua karena orang-orang asing yang dulu sering dibawanya banyak yang jatuh sakit perut gara-gara minum air yang kurang bersih.
Ceritanya tentu akan lain, kata mantan penulis rubrik kiat di Majalah Tempo itu. Sekiranya Tirto telah menceritakan gagasannya kepada orang lain mungkin saja idenya itu akan langsung direspons oleh orang lain, kemudian mereka lebih duluan membuat produk tersebut ketimbang dia sebagai sang pemilik ide.
Senada dengan itu, ada seorang kawan dekat Buya Hamka. Karena sang kawan dilanda keraguan dan kecemasan untuk meneruskan sebuah naskah buku, Hamka pun mengambil judul buku itu yang secara redaksional berasal dari kawan dekatnya.
”Titel buku saya di Di Bawah Lindungan Ka’bah, adalah titel dari buku yang sedianya dikarang oleh seorang kawan dengan jalan cerita yang lain. Tetapi dia ragu-ragu hendak meneruskan mengarang bukunya. Setelah buku saya keluar dia menyesali keraguannya,” begitu tulis Hamka dalam bukunya Kenang-Kenangan Hidup empat jilid itu.  
Jadi, ide atau gagasan yang baik haruslah diteruskan dengan usaha maksimal dan keberanian untuk merealisasikan gagasan tersebut. Karena kalau tidak, maka tidak mutahil gagasan kita akan ’dipetik’ oleh orang lain yang lebih berani dan mereka pun sukses setelah ’mencuri’ gagasan brilian kita.
Bagaimana cara mengamankan gagasan brilian kita? Kata Bondan begini:
”Kalau tiba-tiba Anda mempunyai gagasan yang baik, cacatlah segera dalam buku harian Anda agar Anda tidak melupakannya. Pikirkan lagi gagasan itu baik-baik sebelum disampaikan kepada orang lain. Cobalah menuangkannya dalam struktur dan sistematika yang baik. Cara yang terbaik adalah melakukan hal itu di atas kertas, sehingga Anda lebih mudah melihat lubang-lubang yang lupa diperhitungkan.”
Banyak dari penulis yang mengamankan gagasannya lewat menulis di buku harian. Setidaknya, tiap kita harus punya buku harian. Di situ kita menuliskan gambaran masa depan, cita-cita, ide-ide perubahan yang tak menutup kemungkinan suatu saat akan sangat bermanfaat dalam kesuksesan kita di bidang tulis menulis.
Bagaimana, apakah kita sudah menulis ide-ide brilian kita dalam buku harian? Lantas, kalau sudah, apa content yang paling banyak mendominasi dalam buku harian kita? Tentunya, lebih baik kita selektif dalam menulis, sebisa mungkin menulis ide-ide yang menarik dengan menggali kapasitas otak kita yang subhanallah begitu besar kapasitasnya. Baiklah, seperti juga kita mengamankan uang kita di bank, mari kita amankan gagasan-gagasan brilian kita dalam buku harian. Mulai dari sini saja dulu. Nanti kalau sudah lancar, maka ide-ide akan mengalir begitu saja dan deras. []

Click to comment