Sabtu, 03 November 2018

Setelah Professor Afid Pergi

Semingguan yang lalu supervisor saya, Professor Achmad Fedyani Saifuddin berpulang ke rahmatullah.

Tak lama setelah mendengar berita itu, saya segera meluncur ke RS Puri Cinere. Saya mendoakan beliau, dan mengontak Al Chaidar serta Adri Febrianto untuk turut hadir di rumah sakit.

Di ambulans, depan jenazah ada Fikri (anak ketiga Prof Afid), saya, dan Pak Adri. Sampai di rumah, jenazah berada di ruang tengah. Ada buku Yasin. Saya membacakannya.

*

Penguburan telah selesai. Hari pun telah berganti. Kini, saya harus menunggu supervisor baru. Siapakah yang akan menjadi supervisor saya? Masih belum tahu. Tapi senin nanti rencana ada pertemuan dengan Program Pascasarjana.

Semoga ada informasi terkait supervisor baru saya. Saya ingin lebih serius menuntaskan disertasi saya lewat penelitian yang baik, berkualitas, dan menghasilkan novelty yang berguna bagi ilmu pengetahuan.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

GARBI: Gerakan Intelektual atau Proto-Parpol?

Logo GARBI Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI) saat ini banyak dibincangkan orang, terutama di kalangan mereka yang sedang (atau pernah)...