Minggu, 21 Agustus 2016

YANG BAIK: NUN URNOTO

Tadi malam saya menerima kiriman novel karangan temanku yang baik, Nun Urnoto El-Banbary. Novelis muda asal Pulau Giliraja, Sumenep Madura tersebut beberapa waktu yang lalu menerbitkan bukunya berjudul "Anak-anak Pangaro" yang diterbitkan oleh Metamind, sebuah creative imprint dari Penerbit Tiga Serangkai, Solo.
Seawam daya tangkap saya terhadap tulisan fiksi, novel ini bercerita tentang anak-anak muda yang berjuang memperbaiki lingkungannya dengan semangat keberislaman.
Pada kaver depan, Arafat Nur, novelis muda asal Aceh yang menulis novel "Lampuki", memberikan endorsement-nya sebagai berikut, "Novel inspiratif yang sarat kandungan pesan moral dan nasihat bijak. Perjuangan sekelompok anak sekolah yang berupaya melakukan perubahan, didukung oleh guru-guru mereka yang senantiasa memberikan dorongan semangat."
Sementara di kaver belakang, saya diberikan kesempatan baik untuk turut membaca buku ini dan memberikan endorsement sebagai berikut, "Islam yang diterapkan dengan baik oleh anak-anak muda dengan daya juang tinggi memperbaiki lingkungan sekitar seperti halnya dalam novel ini penting bagi tumbuh kembang semangat keberislaman, pengingat, sekaligus inspirasi perbaikan bagi lingkungan sekitar."
Terbitnya buku ini membuktikan bahwa orang-orang dari pulau--dimanapun pulau itu--sesungguhnya memiliki kesempatan yang sama untuk menorehkan karyanya dalam bentuk tulisan. Jika tak bisa fiksi, mereka bisa memilih non-fiksi. Jika tak bisa menulis mereka bisa memilih melukis. Atau, jika tak hobi melukis, mereka bisa mengembangkan berbagai kecakapan hidup yang telah dianugerahkan Tuhan pada diri tiap orang.
Selamat untuk Mas Nun Urnoto!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berbagi dengan Orang Aceh

Berbagi dengan FLP Aceh Setelah berakhirnya Munas IV FLP, saya diminta oleh beberapa kawan FLP Aceh untuk sharing pengalaman. Sejak iku...