Ke Depok Aku Kembali

Dalam salah satu syairnya yang legendaris berjudul 'Kembali ke Jakarta', Koes Plus bersenandung:
"Ke Jakarta aku kan kembali
Walaupun apa yang kan terjadi."

Maka, tak seberapa jauh dari Balairung dan Rektorat, saya duduk termenung, memandang sebuah danau sambil menikmati desir sepoi angin yang mengingatkanku pada hembusan angin dari Pulau Kumo dan Tolonuo yang mengusap-usap kulitku saat tidur di rumah papan di atas pantai T
obelo di masa lalu.
Setelah setahun lebih mencari-cari, berusaha-usaha, bertanya kiri dan kanan, terbang ketemu ini dan itu, meminta masukan dari satu dan dua orang, mempertimbangkan pertimbangan dari ibuku, yang dilanjutkan dengan doa yang tak putus, "Ya Tuhanku, berikanlah untukku tempat belajar yang baik dan berkah, karena sesungguhnya Engkaulah pemberi tempat yang paling terbaik."
Akhirnya, saya memutuskan untuk mencoba peruntungan kuliah di UI (lagi). Tes pertama tidak lulus. Tapi, ayahku mengajarkanku untuk berbaik sangka, sembari terus berusaha sebagaimana dirinya, ayahnya, dan tetua-tetua kami yang memberikan inspirasi akan pentingnya berusaha dan bertawakkal.
Teman-teman yang baik, mohon doanya. Semoga saya bisa belajar dengan sebaik-baiknya, menyerap pengetahuan dan kearifan dengan seluas-luasnya, dan dapat memberi makna kepada sesama sampai seterus-terusnya. *

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ma'rifat Danarto

Berbagi dengan Orang Aceh

Kuliah, Kerja, dan Pencarian Kebahagiaan