Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2016

2 + 1 Unsur Penting dalam Mencetak Pemimpin dan Ulama Besar

Gambar
Pada hari ke-10 Ramadhan, Pesantren Darul Istiqamah kedatangan tamu dari Saudi Arabia, Syekh Ali Awadh Al-Muthairi. Pada pengajian subuh (15/06), Al-Muthairi membawakan materi 'Bagaimana Menyiapkan Generasi Islam Produktif' yang diterjemahkan oleh Ust Mujawwid Arif, Lc. Dalam paparannya, Syekh Al-Muthairi menjelaskan bahwa ada tiga unsur penting dalam membentuk generasi muslim produktif, yaitu keluarga, sekolah, dan guru. Keluarga yang saleh harus memperhatikan pendidikan. Anak-anak diajarkan untuk mengenal Allah swt, dan mencintai ilmu. Allah swt meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan berilmu pengetahuan beberapa derajat. Syekh mencontohkan profil Imam Ahmad bin Hanbal yang didik oleh ibunya dengan sungguh-sungguh sejak kecil dan ketika besarnya menjadi seorang ulama besar. Sekolah juga memainkan peranan penting dalam mendidik generasi produktif. Anak-anak harus dididik dengan akhlak yang mulia, ilmu syariah, dan berbagai keterampilan hidup (life skills) agar mereka…

3 Adab Bersosial Media

Gambar
Dalam sebuah tulisannya berjudul Social Networking and Human Relations (Wall Street International, 30 Januari 2015), Jurnalis Spanyol Carmela Herraiz menulis bahwa jejaring sosial (social network/social media) telah telah mengubah hubungan antar manusia sejak kali pertama ditemukan. Kata dia, banyak pengguna sosmed seperti Facebook, Twitter, Google Groups yang telah mengubah gaya hidupnya sehari-hari terkait pertukaran informasi dengan keluarga, teman, kolega, atau juga dengan pimpinan di tempat kerja.
Pada tahun 2008, saya menerbitkan sebuah buku sederhana berjudul Facebook Sebelah Surga Sebelah Neraka yang diterbitkan Diva Press (Jogja, Indonesia) tahun 2008 dan Al-Hidayah Publisher (Selangor, Malaysia) tahun 2010. Dalam periode 7 tahun setelah buku itu terbit, saya tertarik untuk menulis tiga panduan sederhana dalam bersosmed.
1.Gunakan bahasa yang santun, sopan, dan cerdas
Sosmed adalah media publik yang bermacam-macam orang hadir di situ. Untuk memiliki teman, tentu saja kita haru…

Saat Menulis Terasa Membosankan

Gambar
Tiap orang pasti pernah merasa bosan beraktivitas, termasuk bosan menulis. Awalnya terasa sangat sangat indah, menguntungkan, serta membahagiakan. Akan tetapi, di waktu yang lain, menulis jadi aktivitas yang membosankan. Secara pribadi, saya sering mengalami hal seperti itu. Kadang, laptop sudah dibuka, internet sudah tersambung, tapi tidak ada satupun paragraf yang jadi. Walhasil, tulisan yang direncanakan tak kunjung jadi. Sebaliknya, bermain facebook lama-lama dan nonton Youtube pun jadi pengganti menulis. Saat terasa bosan menulis, saya membiasakan diriku dengan beberapa hal. Pertama, jalan-jalan ke tempat yang baru. Saat ini sebenarnya saya lagi bosan menulis, tapi ketika jalan-jalan ke UI Depok, saya coba sempatkan main ke salah satu perpustakaan yang belum pernah saya masuki. Warna kursinya yang begitu terang, AC yang cukup dingin, dan bersih membuat saya sedikit terbantu untuk mulai menulis kembali. Jadi, jalan-jalan ke tempat baru punya sesuatu yang dapat membangkitkan. Untuk…

Bertemu Peserta MEP Australia 2016

Gambar
Pada Jum'at 27 Mei 2016, saya menghadiri undangan Kedubes Australia untuk makan siang bersama Peserta Muslim Exchange Program (MEP) Australia di Social House Restaurant, Grand Indonesia, Jakarta. Selain 5 peserta MEP yang ditemani dua staf Kedubes, Mbak Anindita dan Mbak Bethania, dari alumni MEP Indonesia hadir juga Mbak Farinia Fianto (alumni 2005) yg saat ini aktif sebagai Managing Director International Center for Islam and Pluralism (ICIP). Ini merupakan pertemuan terakhir peserta MEP Australia setelah sekitar 13 hari bertemu berbagai tokoh Indonesia di Jakarta, Bandung, dan Jogja. Besok mereka akan kembali ke Australia. Lewat program ini, tokoh muda muslim Australia mendapatkan kesempatan untuk lebih dekat dengan muslim dan budaya Indonesia, pun demikian sebaliknya tokoh Indonesia yang ke Australia, untuk menciptakan kontak antar masyarakat yang lebih erat, dan baik untuk kedua negara.  Saya rencana ketemu Rowan untuk membahas terkait buku alumni MEP yang sementara saya sus…

Menghadiri Munas ILUNI UI VII

Gambar
Pada Sabtu 28 Mei 2016, saya menghadiri Munas VII ILUNI UI 2016 di Gedung I Fakultas Ilmu Budaya UI, Depok.

Saya hadir mewakili ILUNI UI Wilayah Maluku Utara. Di lembaga baru ini, saya sebagai Wakil Sekjen. 

Pertemuan satu hari ini membahas tentang AD/ART ILUNI UI untuk memperkuat sistem pemilihan e-vote yang akan diselenggarakan pada akhir Juli nanti. 

Pertemuan diadakan dari pagi sampai malam sekitar jam 11.

Dari Depok, saya numpang di mobilnya Mas Guntur Subagja, alumni PSTTI UI, dan lanjut naik taksi ke Kramat Sentiong.

Endorsement untuk Buku Mukhammad Yusuf

Gambar
Mukhammad Yusuf, peserta training menulis dan perekrutan FLP Makassar sebulan lalu di Bantimurung, Maros, meminta saya untuk memberikan endorsement bukunya yang berjudul Meniti Langkah Para Mujahid Dakwah.  Saya merasa senang tentu saja dapat kesempatan untuk terlibat dalam amal saleh seperti ini. Berikut adalah endorsement saya untuk buku Yusuf:  "Pada tahun 1964, ulama dan penulis masyhur KH.M. Isa Anshary menerbitkan buku "Mudjahid Da'wah" yang salah satu kontennya adalah tentang pentingnya pena dan tinta serta cita dan cinta. Lima puluh dua tahun kemudian (pada tahun 2016), seorang muda dari Makassar, Mukhammad Yusuf, menerbitkan bukunya berjudul "Meniti Langkah Para Mujahid Pena" (MLPMP). Buku MLPMP ini hemat saya adalah penting tidak hanya dalam konteks perkembangan budaya menulis di kalangan pemuda di Indonesia dan Sulsel, akan tetapi penting karena ditulis oleh seorang muda yang bergiat sebagai aktivis dakwah kampus. Kendati budaya menulis sejatin…

Serial KH. Ahmad Marzuki Hasan (7): Pengajian Saja Tidaklah Cukup

Gambar
Setelah berakhirnya perjuangan syariat Islam di hutan (1965) dan kembali ke masyarakat ramai, Ustad Marzuki Hasan tetap memiliki jama’ah pengajian yang loyal. Tambah hari tambah banyak. Pada akhir tahun 1968 dan awal 1969, Ustad Marzuki aktif kembali di Persyarikatan Muhammadiyah yang kegiatannya saat itu mengajar dan berdakwah. Beliau pernah menjadi Ketua Majelis Tabligh dan Ketua Majelis Tarjih di PW Muhammadiyah Sulsel. Sebelumnya pernah menjadi Pimpinan Muhammadiyah Cabang Bontoala yang terletak di belakang Masjid Raya Makassar. Selain berdakwah di masjid-masjid dan rumah, beliau juga aktif menyampaikan dakwah di Radio Republik Indonesia (RRI) Makassar. Saat aktif mengisi pengajian demi pengajian, terpikirkanlah oleh beliau sebuah cita-cita untuk menciptakan kader yang tetap terpelihara lebih lama (tidak sekedar hadir dalam satu-dua pengajian). Pertimbangan agar tidak meminimalisir konfrontasi karena perbedaan pendapat dengan tokoh dan ulama lainnya juga menjadi alasan untuk mendi…

Serial KH. Ahmad Marzuki Hasan (6): Produktif Berdakwah Lewat Tulisan

Gambar
Menulis adalah salah satu tradisi para ulama. Hal ini disadari oleh Ustad Marzuki Hasan, dan olehnya itu ia tidak hanya mencukupkan diri dengan berdakwah lewat lisan. Dakwah lewat tulisan ia lakukan terutama setelah mendirikan Pesantren Darul Istiqamah pada tahun 1970. Penelusuran Tim Penulisan Biografi KH. Ahmad Marzuki Hasan yang dibentuk oleh Pimpinan Pesantren Darul Istiqamah Ustad Mudzakkir Arif, MA (tahun 2006) mendapatkan beberapa informasi terkait buku yang ditulis oleh beliau. Beberapa di antara karya tulisnya adalah sebagai berikut: 1. Pribadi Muslim
2. Ikhtisar Fiqih Sunnah
3. Man Huwal Mujahid?
4. Tafsir Al Quranul Karim (Bahasa Arab)
5. Miftahud Dakwah (Bahasa Arab, Ikhtisar dari kitab Miftahul Khithabah)
6. Tuntunan Pelaksanaan Shalat (Bahasa Indonesia)
7. Tuntunan Akhlak (Bahasa Indonesia)
8. Akhlakul Karimah (Bahasa Indonesia)
9. Kedudukan Wanita dalam Islam (Bahasa Bugis)
10. Pakaian Wanita dalam Pandangan Islam (Bahasa Bugis)
11. Dasar-Dasar Dinul Islam
12. Sejarah Islam (Bahas…

Cara Kita Menghargai Kehidupan

Gambar
Apakah kehidupan harus dihargai? Jawabannya: ya! Kehidupan harus dihargai.
Sungguh, kehidupan yang kita rasakan saat ini—apapun perasaan itu—adalah anugerah semata dari-Nya. Tak ada yang bisa mematahkan pendapat itu. Atau, dengan kata lain tak ada yang bisa mengatakan bahwa dia lahir ke muka bumi dengan sendirinya; atas usaha sendiri.
Maka, kita harus sadari betul hal ini. Bahwa kita hadir di sini, di bumi yang semakin menua, adalah karena kasih-sayang Tuhan. Lantas, apa yang Tuhan inginkan dari kita?
Para filsuf dari zaman dulu sampai sekarang memikirkan hal ini. Tapi secara umum mereka semua berpendapat bahwa kehidupan ini haruslah dihargai. Kendati di masa lalu tidak semua pendapat para filsuf diterima oleh penguasa, atau dalam kata lain tidak semua pendapat mereka juga mereka praktikkan, tapi pada intinya kita harus menghargai kehidupan. Maka lahirlah berbagai teori seperti demokrasi, yang tidak menafikan pendapat warga. Semua punya pendapat, dan itu semua dihargai.
Lantas, bagaiman…