Selasa, 10 Mei 2016

Serial KH. Ahmad Marzuki Hasan (1): Jejak Pendidikan

KH. Ahmad Marzuki Hasan
Pendiri Pesantren Darul Istiqamah KH. Ahmad Marzuki Hasan dilahirkan pada 31 Januari 1917 di kota Sinjai, Sulawesi Selatan. Ayahnya bernama Kyai Hasan, seorang Qadhi (hakim) di Sinjai Timur, sedangkan ibunya bernama Syarifah Aminah.
Beliau adalah figur yang sejak muda aktif menimba ilmu dari berbagai tokoh dan ulama. Tercatat beliau pernah belajar di Pesantren As'adiyah Sengkang Wajo, kemudian mengaji kitab pada Prof Darwis Zakaria, seorang guru asal Sumatera Barat yang mengajar di Perguruan Datumuseng Makassar.
Bersama Prof Darwis, Ustad Marzuki mempelajari kitab Fathul Qadir karangan Imam Asy-Syaukani, seorang ulama, imam, mufti dan syaikhul Islam yang keluasan ilmunya digambarkan dalam kalimat “ilmunya seperti lautan dan pemahamannya seperti matahari” (Fathul Qadir, jilid 1: 4).
Setelah belajar dari Prof Darwis, Ustad Marzuki kembali ke kampung halamannya di Sinjai. Di sana, beliau mulai mengajar dan menggiatkan dakwah.
Menurut beliau, ada dua aktivitas yang sangat mulia di dunia ini, yaitu mengajar dan berdakwah. Kecintaannya pada dua aktivitas mulia tersebut tercermin dari ucapan beliau suatu ketika, “...saya ingin sekali mati saat mengajar atau berdakwah.” (Bersambung)
[Abu Fikri Ihsani]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

GARBI: Gerakan Intelektual atau Proto-Parpol?

Logo GARBI Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI) saat ini banyak dibincangkan orang, terutama di kalangan mereka yang sedang (atau pernah)...