Setahun Kinerja Pimpinan Darul Istiqamah

Saya dengan Ust Mubassyir
Pada Ahad 27 Maret 2016 saya menjadi pembaca acara bersama Ust Mubassyir di kegiatan Setahun Kinerja Badan Eksekutif Pesantren Darul Istiqamah. Ini kali kedua saya menjadi pembawa acara bersama beliau. Sebelumnya waktu Reuni Akbar Darul Istiqamah tahun 2007.

Sekedar informasi, satu tahun yang lalu kepemimpinan Pesantren Darul Istiqamah telah diamanatkan kepada Ust Muzayyin Arif dari Ust M Arif Marzuki. Dengan demikian, kepemimpinan Darul Istiqamah telah berpindah dari Ust Marzuki Hasan ke Ust M Arif Marzuki, kemudian ke Ust Mudzakkir Arif dan kembali lagi ke Ust M Arif Marzuki, dan saat ini di tangan Ust Muzayyin Arif.

Setelah menjadi pimpinan, Ust Muzayyin segera membuat berbagai terobosan untuk memajukan pesantren ini dengan berbagai cara. Sebelum menjadi pimpinan, kiprah Ust Muzayyin memang telah terlihat paling tidak dari pengelolaan manajemen baru Sekolah Putri Darul Istiqamah (SPIDI) dengan kurikulum yang lebih up to date, penambahan fasilitas, dan manajemen yang lebih modern. 

Kemudian, di masa kepemimpinannya, visi untuk menciptakan kawasan Darul Istiqamah yang totalnya sekitar 60 hektare sebagai "Kota Ilmu dan Peradaban" benar-benar ingin diwujudkannya. Saat ini, pembangunan perumahan yang dikelola oleh Relife Greenville tengah berjalan. Perumahan ini dimaksudkan sebagai bagian dari modernisasi kawasan sekaligus untuk meningkatkan level hidup penghuni kawasan ke tingkat yang lebih baik. 

Dalam masterplan, Ust Muzayyin ingin menyediakan kawasan yang terpadu meliputi sekolah, pasar, perguruan tinggi, arena wisata, dan berbagai fasilitas sebagaimana sebuah kawasan modern. 

Ide ini ia sebut dengan nama Transformasi Pesantren Darul Istiqamah. Jika dulu di gerbang pesantren ada nama Pesantren, ini telah ditransformasi dengan nama yang lebih luas yaitu City of Darul Istiqamah dengan harapan bahwa dalam kawasan City ini tergabung di dalamnya pesantren, pasar, dan berbagai fasilitas modern tapi tetap Islami. 
Foto bersama Ust M Arif Marzuki, Ust Muzayyin Arif, beberapa staf BEP, dan beberapa pejabat di Maros dan Sulsel

Momen refleksi 1 tahun ini merupakan tradisi baru yang menarik. Salah satu yang tengah berjalan saat ini adalah, Darul Istiqamah akan mengirim dua orang kadernya yang hafizh 30 juz untuk menjadi imam dan berdakwah di Amerika Serikat bekerjasama dengan Ust Shamsi Ali di New York. Ust Baharuddin (pembina Tahfizh) dan Azizul Hakim Mansyur (Chechnya, anak alm Dr. Mansyur Semma) yang mendapatkan kesempatan untuk ke Amerika tahun 2016 ini. 

Diharapkan pengiriman dai ke Amerika merupakan salah satu upaya untuk menyebarkan Islam ke tingkat yang tidak hanya lokal Sulsel dan Indonesia, tapi juga di luar negeri. Karena, sejatinya Islam adalah ajaran yang dapat menjadi rahmat bagi alam semesta. *

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ma'rifat Danarto

Berbagi dengan Orang Aceh

Kuliah, Kerja, dan Pencarian Kebahagiaan