Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2016

Selamat Datang Esais KAMMI

Gambar
Semingguan lalu saya dihubungi oleh salah seorang pengurus KAMMI Daerah Makassar untuk menjadi juri sebuah lomba esai yang diadakan dalam rangka Milad KAMMI ke-18. Tidak banyak tulisan yang masuk, akan tetapi dari beberapa itu saya menentukan seluruh tulisannya secara berurutan. Tiga di antara yang terbaik itu menjadi juara 1, 2, dan 3: Faizal, Viyani, dan Wisnu.
Tradisi menulis di kalangan aktivis KAMMI termasuk kurang, dan tidak berkembang. Sejak lama KAMMI dikenal sebagai aktivis pengajian dan aktivis jalanan yang suka demonstrasi. Sebagai anak pengajian, anak KAMMI memang sudah lahir dari rahim tersebut. Nyaris masih sulit dibedakan antara aktivis KAMMI dengan aktivis LDK. Tapi, karena pengajian adalah sesuatu inheren dalam dunia KAMMI, maka pengaruh sebagai anak pengajian tetaplah dominan dalam diri para aktivisnya. 
Untuk urusan demo, KAMMI memang sudah tidak diragukan. Nyaris dalam tiap momen penting negeri ini KAMMI tidak ketinggalan. Pada reformasi 1998, KAMMI merupakan sal…

Setahun Kinerja Pimpinan Darul Istiqamah

Gambar
Pada Ahad 27 Maret 2016 saya menjadi pembaca acara bersama Ust Mubassyir di kegiatan Setahun Kinerja Badan Eksekutif Pesantren Darul Istiqamah. Ini kali kedua saya menjadi pembawa acara bersama beliau. Sebelumnya waktu Reuni Akbar Darul Istiqamah tahun 2007.

Sekedar informasi, satu tahun yang lalu kepemimpinan Pesantren Darul Istiqamah telah diamanatkan kepada Ust Muzayyin Arif dari Ust M Arif Marzuki. Dengan demikian, kepemimpinan Darul Istiqamah telah berpindah dari Ust Marzuki Hasan ke Ust M Arif Marzuki, kemudian ke Ust Mudzakkir Arif dan kembali lagi ke Ust M Arif Marzuki, dan saat ini di tangan Ust Muzayyin Arif.
Setelah menjadi pimpinan, Ust Muzayyin segera membuat berbagai terobosan untuk memajukan pesantren ini dengan berbagai cara. Sebelum menjadi pimpinan, kiprah Ust Muzayyin memang telah terlihat paling tidak dari pengelolaan manajemen baru Sekolah Putri Darul Istiqamah (SPIDI) dengan kurikulum yang lebih up to date, penambahan fasilitas, dan manajemen yang lebih modern…

Tautan Makassar-Australia di Wisma Kalla

Gambar
Pada Selasa 22 Maret, Konsulat Jenderal Australia di Makassar diresmikan oleh Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop. Bertempat di Wisma Kalla, Konjen ini akan menjadi salah satu misi diplomatik Australia di Makassar sebagai pintu gerbang masuk ke kawasan Indonesia Timur. 
Sebelum masuknya imigran asal Eropa dan Timur Tengah, orang Makassar sesungguhnya telah menjalin kontak dengan suku Asli Australia, yaitu Aborigin. Ketika itu, pelaut-pelaut Makassar ke sana dalam misi perdagangan mencari teripang. Dalam interaksi itu, terjadi berbagai pertukaran barang, dan juga terjadi pertukaran keyakinan dengan masuknya orang Aborigin menjadi muslim. 
Setelah itu, masuk imigran dari Eropa dan Timur Tengah. Corak Islam yang ada di Australia pun belakangan banyak terwarnai dengan pengaruh Turki, dan Lebanon. Di beberapa kota, masjid-masjid yang didirikan juga tidak lepas dari pengaruh daerah asal mereka. 
Dengan dibukanya Konjen di Makassar, paling tidak menjadi kebaikan dari beberapa sisi.