Titanic, Miskun, dan Bedah Buku

Di Panggung IBF Darunnajah
Pertemananku dengan salah satu kawanku yang baik, Dr. dr. Mohamad Iskandar paling tidak ada dalam tiga ranah menarik ini. 

Pertama, waktu sama-sama nonton film Titanic. Ada bioskop tak jauh dari jalan layang Kebayoran Lama (sekarang sudah tidak ada). Saking menariknya film yang dibintangi Leonardo Dicaprio itu sampai saya sempat menonton dua kali. Ini kali pertama saya ditraktir Iskandar.

Sebagai seorang 'sufi' (suka film), sejak lama saya memang suka menonton. Waktu kecil saya biasa minta dibangunkan oleh ayahku saat ada film bagus di TVRI. 

Kedua, warung Mas Miskun tak jauh dari UI Salemba adalah tempat makan yang enak. Saya suka masakannya. Ikan goreng ditambah dengan variasi sambel membuat rasanya kita mau makan terus. Di dinding-dindingnya menceritakan bahwa sudah banyak orang penting yang datang ke warung tersebut--mereka dari kalangan artis, dan publik figur lainnya. 

Kadang kalau lagi ke Jakarta, saya juga sempatkan makan di sini--bersama atau tidak bersama Iskandar. 

Ketiga, bedah buku. Pada tahun 2015 lalu saya diminta oleh panitia Islamic Book Fair Pesantren Darunnajah (Ust Agus Suhendi) untuk membedah buku saya. Pesertanya santri putra. Saya ajak Iskandar untuk itu membedah. Walhasil, buku Ternyata Sayap Lalat Mengandung Obat saya bahas beberapa bagian dan ditambahkan oleh Iskandar beberapa bagian lainnya. Di saat yang sama, untuk santriwati, materi dibawakan oleh novelis Ahmad Fuadi.

Sebagai kawan, saya berharap dan berdoa semoga kawanku dokter Iskandar mendapatkan kebaikan dalam hidupnya. Segera menemukan tambatan hatinya, dan mendapatkan berkah dan bahagia. *

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ma'rifat Danarto

Berbagi dengan Orang Aceh

Kuliah, Kerja, dan Pencarian Kebahagiaan