Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2015

Penyempurnaan Draft Ensiklopedia Suku Bangsa

Gambar
Pada Kamis, 15 Oktober 2015, saya diundang hadir dalam kapasitas sebagai penulis revisi buku Ensiklopedia Suku Bangsa di Indonesia yang ditulis pertama kali oleh Professor MJ Melalatoa. Pertemuan diadakan di Wisma Makara UI, Depok. Hadir beberapa perwakilan penulis buku ini, yaitu Prof. Kumpyadi Widen, Dr. Tasrifin Tahara, Alex Ulaen, DEA, dan seorang lagi kolega kami dari IAIN Ar-Raniry Aceh. Untuk periode 2014 dan 2015, ada 19 penulis yang gabung dalam proyek ini. 
Dalam pertemuan ini, peserta bersepakat bahwa untuk ensiklopedia bagusnya ada penelitian lapangan. Akan tetapi, untuk 500-an suku bangsa yang tersebar tidak merata--ada yang aksesnya susah--membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Maka dari itu, ada beberapa suku yang tidak bisa dijangkau dengan penelitian lapangan. Sumber-sumber dari buku dan internet pun dipakai. Karena ensiklopedia adalah 'pengantar', maka penjelasannya tentu tidak terlalu dalam sebagaimana buku-buku lainnya. Maka, 'kekurangan' …

Merenungkan Kembali Tujuan Hidup

Gambar
Beberapa tahun terakhir saya kadang merenung, apa sebenarnya tujuan hidupku. Jika pertanyaan ini muncul, saya selalu teringat suatu kondisi waktu kerusuhan terjadi di kampung halaman saya, dimana ketika itu saya, ayahku, dan beberapa orang lainnya sudah terjebak di depan sebuah lorong, sementara itu di belakang dan samping sekelompok orang akan menyerang kita. Saya diam sejenak, berdoa dalam-dalam, sambil bermunajat bahwa saya masih ingin hidup lebih lama lagi, karena ingin mendirikan pesantren, sebuah cita-cita lama sejak saya kecil. Kalau teringat kisah ini, saya kadang jadi sedih sendiri, bahkan terkadang air mata saya jatuh--sebuah kondisi yang tidak semua orang pernah melihatnya. 
Dalam periode satu tahun terakhir hidup saya banyak berfokus pada menggapai cita-cita dunia. Mungkin begitu bahasanya. Dari Ternate saya 'bela-belain' datang ke Kampung Inggris Pare, Kediri, untuk belajar satu bulan. Pakai duit sendiri lebih dari sepuluh juta--sebuah angka yang lumayan untuk do…

Cerita tentang Opini

Gambar

Kuliah Umum Dunia Maluku oleh Professor Leonard Andaya

Gambar
Pada Sabtu, 10 Oktober 2015, saya menghadiri Kuliah Umum Professor Leonard Y. Andaya terkait "Dunia Maluku" di UI Depok. Dalam kesempatan ini, saya sempat bertanya terkait kenapa dari kerajaan lain di Indonesia lahir banyak ulama dan penulis seperti Hamzah Fansuri, Al Falimbangi, sebagai contoh, sementara dari Ternate sampai sekarang nyaris tidak dikenal.

Jawab Andaya, itu karena Maluku saat itu adalah kawasan dari dunia barat yang berupaya untuk menjadikan wilayah tersebut jadi barat. Sementara itu, kata Barbara Andaya, itu disebabkan karena tidak semua dari para tokoh dan ulama setempat menulis, akhirnya sejarawan tidak menulis dalam buku-buku mereka. Profesor Peter Carey menambahkan, kata dia, tidak semua tokoh dan ulama itu menulis. Yang menulis selanjutnya adalah orang-orang terdekatnya, atau murid-muridnya.

Kuliah umum ini diikuti oleh sekitar 100 orang di UI. Sangat menarik untuk dilanjutkan dalam diskusi yang panjang. Maluku dulunya adalah sebuah pusat, akan tetapi …

Menghadiri Presentasi Kuliah di Amerika dengan Beasiswa LPDP

Gambar
Saya merasa beruntung dapat mengikuti kegiatan presentasi "Study in the US with LPDP", Rabu 7 Oktober 2015 di @america, Pasific Place Mall, Jakarta dengan pembicara Dubes AS Robert Blake, Direktur LPDP Eko Prasetyo, Julie Sinclair dari Michigan State University, Deborah dan Muhammad Iqbal dari EducationUSA, dan dua Awardee LPDP alumni AS. Awardee LPDP diberikan voucher untuk mengikuti test GRE gratis dan konsultasi terkait studi di US.

Selain menambah informasi terkait belajar di US, saya juga mendapatkan teman baru. Saat ini tidak bisa dimungkiri bahwa US merupakan negara yang menjadi tempat belajar banyak pelajar internasional. Kita berharap mereka yang telah berkuliah di US dapat mengamalkan ilmunya di tanah air untuk kepentingan bangsa dan kemanusiaan.

Untuk saya, sementara alhamdulillah telah mendapatkan beasiswa PhD dari LPDP untuk luar negeri. Tapi saya masih 'membuka hati' pada kemungkinan-kemungkinan tempat dimana saya bisa belajar kelak, dan tentu saja…