Selasa, 07 Juli 2015

Buka Puasa di Rumah Dubes Australia

Foto bersama: Mas Tito (suaminya Dian Pelangi), Sari Narulita, Monica, Mr. Paul Grigson, Yanuardi, dan Mas Rofik

Salah satu yang saya senangi sejak dulu sampai sekarang adalah silaturahmi. Kupikir, ada banyak hal yang bisa didapatkan ketika bersilaturahmi. Yang paling penting menurutku adalah mendapatkan pengalaman.

Saya mendapatkan undangan dari Dubes Australia Mr. Paul Grigson untuk hadir dalam buka puasa bersama. Sebagai yang pernah ikut program Muslim Exchange beberapa bulan lalu, kita memang masih fresh berkomunikasi dengan Kedutaan Australia.

Rumah Dubes terletak di Jalan Teuku Umar Nomor 7, Menteng. Masuk ke sini tidak banyak pemeriksaan sebagaimana di Kedutaan. Ketika turun dari taksi, saya langsung ketemu Ibu Emiraldi, bagian Kebudayaan Kedutaan, dan langsung dipersilahkan masuk, dan diantar oleh security ke dalam. Di dalam saya bertemu Mas Sulis, bagian Kebudayaan juga, Mbak Anindita, dan beberapa staf lainnya.

Kepada Malcolm Brailey, bagian politik, saya dikenalkan oleh Mbak Anindita sebagai alumni MEP. Begitu juga ketika bertemu Dubes--pertemuan ini lebih cair--karena informal, diperkenalkan juga bersama beberapa teman.

Ketika sambutan, Dubes menyampaikan terimakasih kepada undangan yang sudah hadir. Turut memberikan sambutan adalah Wakil Rektor Universitas Paramadina, Pak Toto yang sudah bekerjasama dengan Kedutaan Australia dalam program MEP. Kata beliau, kontak antara kedua negara sangatlah penting, maka program MEP ini juga sangat penting peranannya.

Saya juga ngobrol dengan Malcolm, dan Dr. Lauren Bain, bagian politik. Memang tidak lama, karena waktu kita setelah buka, langsung salat di samping kolam renang, ngobrol-ngobrol, foto-foto, dan pulang. Kayaknya saya orang luar yang pulang terakhir, sebelum staf Kedutaan pada pulang.

Foto bersama dua Dubes Australia: Mr. Greg Moriarty (2013) dan Mr. Paul Grigson (2015)
Sebelum pulang, saya foto bareng Dubes dulu. Dulu, waktu Dubes Australia Mr Greg Moriarty ke Ternate dan saya jadi PIC dari Universitas Khairun, saya juga sempat foto berdua. Kepada Dubes, waktu itu, Rektor Unkhair Prof. Gufran Ali Ibrahim menyerahkan beberapa usulan kita kepada Dubes. Usulan-usulan itu draftnya saya rancang, kemudian berkoordinasi dengan Rektor, dan diberikan kepada Dubes Moriarty.

Pertemuan ini, sekecil apapun ada manfaatnya. Paling tidak untuk menjaga silaturahmi dalam rangka memperkuat ikatan kerjasama yang baik antara kedua negara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berbagi dengan Orang Aceh

Berbagi dengan FLP Aceh Setelah berakhirnya Munas IV FLP, saya diminta oleh beberapa kawan FLP Aceh untuk sharing pengalaman. Sejak iku...