Baik Sangka dan Waspada

Suatu pagi di sebuah grup Facebook ada seorang kawan memposting status tentang kasus penipuan. Ya, penipuan ini dilakukan oleh teman sesama alumni sekolah dengan dalih butuh dana buat usaha, investasi, dan ibu sakit.

Membaca postingan itu, saya juga teringat. Oleh yang bersangkutan, saya pernah diajak chatting juga dan dimintai hal yang sama. Alasannya, ibunya sakit keras dan ia butuh dana. Sementara itu, rumahnya sudah terjual.

Berteman dengan saya di BBM, ia berkali-kali posting fotonya bersama istri keduanya. Sesekali ia juga posting status yang baik, berbahasa asing, dan keluhan.

Masih dari status pagi itu, di bawahnya muncul beberapa komentar dari teman-teman sesama alumni. Ternyata, ada yang pernah 'kena' juga. "Ane kena 1juta. Teman kita kena 1.5juta." Kata teman saya via inbox. Kemudian, beberapa lainnya berkomentar, kalau ia juga 'kena' 5 juta, dan ia berencana sama temannya mau cari kawan tersebut.

Seseorang lainnya berkomentar, "Saya juga sering sekali kena seperti ini. Niatnya sih membantu."

Lantas, bagaimana sebenarnya sikap kita jika ada kenalan kita atau teman di Facebook yang meminta bantuan?

Hemat saya seperti ini.

1. Pelajari lebih dulu kebenaran akun atau pemilik akun tersebut. Acapkali dengan teknologi hacking membuat kita bingung ini yang chat apakah teman kita atau bukan. Bisa jadi orang lain yang pakai akun tersebut, dan berniat menipu.

2. Jika sudah jelas orangnya, dia teman kita, maka ada baiknya membantu--jika memang ada keluasan rezeki. Sekecil apapun saya kira ada manfaatnya, dan pasti bernilai ibadah.

3. Jika kita agak ragu dengan chatting tersebut, ada baiknya konfirmasi ke teman-teman lainnya. Bisa jadi itu yang chatting adalah orang lain. Jika memang orang lain, menurut saya baiknya jangan meneruskan chatting. Karena itu penipuan.

4. Kita tentu saja tetap perlu berdoa semoga dijauhkan dari hal-hal yang tidak bermanfaat dan penipuan.

Saya kira ini beberapa panduan sederhana.
Kuncinya, tetap baik sangka, namun tetap waspada.

Komentar