Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2015

Menyikapi Konspirasi

Gambar

In Memoriam Ust. Arham Yusuf: Guru dan Pejuang di Pesantren Darul Istiqamah

Gambar
Pada sebuah siang saya terlibat kirim-kirim komentar dengan salah seorang anak dari Ust. Arham Yusuf. Singkat kata, saya diajak makan ke rumahnya. Saya yang lama tidak tinggal di Pesantren Darul Istiqamah—karena mengajar tetap di Universitas Khairun, Ternate—bertanya dimana rumahnya. Pada suatu pagi, beberapa jam sebelum ayahnya Ust. Arham Yusuf wafat, saya baru tahu—dan teringat kembali—letak rumahnya yang hanya sekitar lima rumah dari rumah mertua saya sekaligus dekat sekali dari Masjid Istiqamah III, Kompleks Pesantren Darul Istiqamah.
Terlambat, Punya Hikmah
Pagi tadi, 27 Juli 2015, seharusnya saya sudah berada di Pusat Bahasa ITB mengikuti lanjutan kursus IELTS, akan tetapi beberapa hari lalu tidak ada tiket saya dapat, dan saya baru dapat tiket untuk besok, Selasa 28 Juli 2015. Dengan tidak jadi berangkat ke Bandung segera, maka pada 27 Juli pagi saya berkesempatan mengantar anak-anak saya sekolah di Madrasah Ibtidaiyah dan TK Darul Istiqamah. Sepulang dari SD, say…

Kalau Rezeki Nggak Akan Kemana-mana

Gambar
Setelah menemani anak-anak saya berenang di kolam Ustad Hasbi (Uhas), rencana kita langsung pulang. Tapi di perempatan, terpikir untuk belok kiri ke rumah salah seorang ustazah-nya istri saya waktu sekolah dulu.

Tiba di sana, setelah minum dan makan kue, kita diminta makan siang. Ternyata, apa yang saya inginkan ada di situ: udang. Udah beberapa hari ini memang saya ingin makan udang. Gayung pun bersambut. Akhirnya makan udang.

Udang ini ternyata asalnya dari Sulawesi Tenggara, dibawa ke Maccopa di Maros. Sedangkan saya, beberapa hari lalu berangkat dari Bandung ke Jakarta, dari Jakarta terbang ke Makassar, dari Makassar ke Maros. Di Maros inilah 'jodoh' itu tiba.

Memang, ini kelihatannya sih sepele. Tapi ini soal rezeki. Jika memang sudah rezeki kita, nggak ada orang lain yang bisa menahan-nahan. Rezeki telah diturunkan Allah kepada seluruh hamba-Nya. Jadi, kita nggak boleh putus harapan dengan rezeki Allah. Semua sudah ada rezekinya, sudah dapat ketentuan pemb…

Mushaf Al Istiqamah dan Kebangkitan Pribadi Istiqamah

Gambar
Pada sebuah sore saya bertemu Ust Muzayyin Arif di Bandung. Pertemuan di Masjid Salman ITB. Di dalam mobil, saya diberikan sebuah Al Quran bernama Mushaf Al Istiqamah. Warnanya hijau, keemasan, dan terlihat lux.

Isi Al Quran ini sama dengan Al Quran lainnya yang ditashih oleh Kementerian Agama RI. Namun, ada beberapa tambahan yang tidak ada pada terbitan Al Quran lainnya, yaitu kumpulan ayat-ayat keyakinan yang dipilih oleh KH. M. Arif Marzuki. Ayat-ayat keyakinan adalah ayat-ayat pilihan yang pendek-pendek dan menjadi hafalan wajib para santri, warga, dan simpatisan Pesantren Darul Istiqamah.

Sampai saat ini, alhamdulillah, anak saya sudah pada hafal ayat-ayat keyakinan sebanyak 15 ayat dari 33 ayat. Memang, baik sekali kalau anak-anak dilatih menghafal Al Quran per juz. Tapi jika belum bisa, mereka bisa memulai dengan ayat-ayat pilihan.

Sebagai contoh, ayat "Tiadalah balasan kebaikan kecuali kebaikan pula" (Ar Rahman: 60) termasuk mudah dihafal. Teks ayatnya: Hal jazaul i…

Buku-Buku di Rak Lemari Saya

Gambar
Sejak kecil saya hobi baca buku, termasuk di dalamnya adalah membeli buku. Ketika jadi mahasiswa, hobi ini makin bertambah apalagi setelah mendapatkan uang beasiswa dari Penanggulangan Kerusuhan dari Unhas dan dari Dompet Dhuafa.

Biasanya kalau bukan di toko buku depan Kampus UIN Alauddin Makassar, saya beli buku di jalan Urip Sumoharjo, toko buku di Pasar Sentral, atau sekaligus jalan-jalan saya ke Gramedia di Mal Ratu Indah atau Mal Panakkukang.

Tapi kebiasaan saya baca dan beli buku itu rasanya belum cukup. Maka saya mulai membiasakan diri dengan menulis. Ketika masih berjaya jejaring sosial Friendster, saya aktif sekali di situ. Tiap online di warnet, saya biasa mengirimkan pesan berantai ke teman-teman, baik itu resensi buku, atau sekedar pengalaman sehari-hari. Belakangan hari, beberapa tulisan di situ saya kumpulkan. Walaupun belum masuk dalam buku, tapi saya masih simpan hasil karangan saya waktu itu.

Kemudian, saya mulai melatih diri menulis di koran kampus. Identitas Unhas …

Jatuh Bangkitnya Umat Islam

Gambar
Pada 15 Juli 2015 saya membawakan materi Kuliah Subuh di Masjid Jami Pesantren Darul Istiqamah Pusat, yang berada di daerah Maccopa, Kabupaten Maros, Sulsel. Belum banyak yang saya persiapkan materi ini, karena baru semalam disampaikan oleh kawan saya, Ust. Fakhruddin Ahmad, ST. Sementara, saat itu kondisi fisik saya juga masih belum pulih betul selama dua hari. Tapi, untuk dakwah, saya pikir saya harus bisa.

Materi yang saya sampaikan pada kesempatan baik ini adalah beberapa faktor yang menyebabkan jatuh atau mundurnya umat Islam. Menyelisihi faktor-faktor ini berarti bangkit dan majunya umat Islam.

Faktor pertama adalah karena umat Islam meninggalkan Al Quran dan Sunnah. Rujukan dalam berislam adalah dua ini. Ini yang paling utama. Dalam umat, ada kelompok yang hanya fokus pada Al  Quran saja, dan ada juga yang mengambil hadis tapi tidak semua, atau dipilih-pilih. Untuk hadis, memang sebaiknya yang sahih saja yang dipakai dalam rujukan. Tapi saya pernah dengar, untuk hadis dhaif ka…

Mimpi-Mimpi dari Tobelo

Gambar