Selasa, 23 Juni 2015

Surat Cinta dari Sydney Opera (14)

I love my family

Setelah berdiskusi tentang asuransi syariah, kami berjalan ke Sydney Opera. Tidak seberapa jauh. Hanya 15 menit kira-kira.

Tiba di Opera, terlihatlah, ini Australia. Orang bilang, tidak lengkap ke Australia jika tidak berkunjung atau foto-foto di Sydney Opera House. Maka mulai saya dan beberapa teman ‘mengamalkan’ kata orang tersebut. Selain berfoto-foto kami juga mengambil video untuk kelak sepulang ke Indonesia dikumpul jadi satu video dokumenter perjalanan peserta MEP grup 1 tahun 2015.

Di Opera, saya lihat banyak orang berfoto, jalan-jalan, atau sekedar duduk santai. Pemandangan lautnya bersih, ditambah dengan sebuah kapal besar yang sedang sandar di dekat jembatan. Burung-burung yang beterbangan juga makin menambah indah saja daerah ini. Sementara itu, dari kejauhan terlihat gedung-gedung di pinggir pantai yang tegak berdiri, dan indah. Tidak begitu tinggi sebagaimana gedung di dekat Opera, tapi itu semakin menambah water front city ini.

Saat duduk-duduk menikmati pemandangan, saya teringat istriku di Ternate. Sejak membaca sebuah novel karangan Muthmainnah (Maimon Herawati), kabarnya ia ingin sekali berkunjung ke Sydney. Ini juga yang menjadi salah satu alasan saya untuk kelak (jika Allah mengizinkan) saya ingin lanjut PhD di Australia, padahal sebelumnya ada keinginan untuk ke Eropa dan Amerika. Maka di dekat Opera saya menulis di sebuah amplop putih sebuah ‘surat cinta’: Yanuardi love Dhiah Ashri dan di dekatnya ada nama-nama anak saya: Anisah, Afifah, dan Fikri. Saya pikir, ini bagian dari doa semoga suatu saat keluargaku bisa berkunjung ke sini. Tidak ada salahnya berkunjung dan belajar dari negeri 
orang, karena kebaikan bisa kita temukan dari banyak tempat.

Beberapa orang melihat-melihat saat saya berfoto dengan kertas tersebut. Tapi saya cuek aja. Lewat tulisan ini kuingin mengatakan di tengah kekuranganku yang begitu banyak sebagai suami, ayah, dan anak: Aku cinta istriku, anak-anakku, dan keluargaku. *

1 komentar:

Berbagi dengan Orang Aceh

Berbagi dengan FLP Aceh Setelah berakhirnya Munas IV FLP, saya diminta oleh beberapa kawan FLP Aceh untuk sharing pengalaman. Sejak iku...