Minggu, 21 Juni 2015

Kutu Bantal dan Kutu Buku



Waktu itu musimnya Pesta Buku. Untungnya hidup di kota besar adalah akses yang cepat, termasuk kita cepat dapat informasi dan fasilitasnya relatif lengkap ketimbang di desa. "Ki, mau gak ke Book Fair?" tanya saya. "Wah, tidaklah, dunia saya bukan di situ." Saya langkahkan kaki saja. Beberapa ayunan, dia bilang, "Hoi,,,Saya itu bukan kutu buku, saya kutu bantalll!"
Saya sempat mikir. Di dunia ini memang ada juga ya tipe orang yang kutu bantal. Kutu Bantal yang dimaksudkannya adalah orang yang suka sekali dengan bantal. Mungkin karena, dia sangat tidak berdaya akibat tekanan—mengutip dari Arvan Pradiansyah—"gaya gravitasi" bantal yang sangat kuat. Akhirnya, terkapar saja dia di bantalnya, alias tidur, alias naum. Yang parah kalau keseringan tidur, ana-anak pesantren biasa menggelari orang seperti itu dengan nama Abu Naum (Lelaki Tukang Tidur).
Jauh beberapa tahun, saya punya teman, sebutlah Syarif. Rajin sekali beliau baca buku. Kalau dia jalan, dia bawa buku. Ya, wajar juga sih karena ayahnya juga orang terpelajar. Dari kebiasaan membaca dan membaca buku itu, kelak Syarif bisa menyelesaikan pendidikan sarjana dan masternya di bidang ekonomi di salah satu kampus di negeri asalnya lagu Kuch Kuch Hota Hai, INDIA.
Orang yang jadi Kutu Bantal dan Kutu Buka kelak akan menjadi seperti apa yang mereka biasakan. Kalau dia biasakan untuk bermesraan dengan bantalnya, maka kelak di masa depan nanti minta ampuh deh tubuhmu itu bisa membengkak, kamu akan GODE (gemuk—bahasa Maluku Utara). Kalau sudah GODE seperti itu, bisa-bisa kamu sulit beraktivitas dengan baik karena keinginannya selalu tidak jauh dari BANTAL. 
Sedangkan mereka yang jadi Kutu Buku, di masa depan akan menjadi orang yang tidak jauh dari dunia perbukuan. Mungkin dia akan tamat kuliah dengan baik, atau dia jadi penulis buku, atau dia jadi penjual buku. Seorang kawan saya (saya salut juga ama dia), dia lagi masuk program doktor di salah satu kampus di Mesir. Wow! Dia dulunya biasa saja, cuma dia orangnya baik-baik, tidak macam-macam, dan penghafal Al-Qur'an. Saya senang sekali ketika dengar bahwa dia lagi masuk S3. Itu, karena dulunya dia memang jadi Kutu Buku, bukan Kutu Bantal alias Abu Naum atau Ummu Naum, perempuan tukang tidur. []

Tidak ada komentar:

Posting Komentar