Minggu, 21 Juni 2015

Harum



"Ibu kita Kartini putri sejati
Putri Indonesia harum namanya.."

KITA pasti sudah hafal syair tentang Kartini ini. Kartini, disebut-sebagai katanya sebagai salah seorang perempuan yang menginspirasi bagi orang Indonesia, maka oleh pemerintah diberinya dia gelar Pahlawan. Tapi yang paling penting dari gelaran itu apakah dia pahlawan atau bukan, adalah kata-kata "harum" dalam syair itu.
Kalau kita bertemu pejabat atau kalangan eksekutif, biasanya aroma mereka harum. Parfum yang mereka kenakan itu rasanya nggak biasa. Kita merasakan sentuhan yang berbeda dari yang mungkin sebelumnya kita bergaul dengan orang-orang yang jarang menggunakan parfum.
Para ulama juga biasanya harum dari segi badaniah. Mereka menjaga keharuman tubuhnya agar dengan begitu umatnya merasa dekat, dan tidak cepat bosan ketika berdiskusi, bertanya tentang masalah-masalah keagamaan atau umat Islam.
Harum adalah salah satu ciri dari seorang itu bertakwa. Rasul kita yang mulia mencontohkan kita agar memperhatikan penampilan, walau tidak harus mahal. Termasuk dalam hal ini adalah tubuh yang harum. Kalau kita bergaul dengan tukang minyak wangi maka kita akan kecipratan minyak wangi, kalau kita bergaul dengan tukang besi maka kita akan kecipratan bau besi ini. Ini berarti bahwa, kita perlu cari teman, atau dalam kata lain, perlu cari parfum atau wewangian yang pas bagi diri kita.
Rasa harum akan membuat orang betah bersama kita. Dalam banyak kasus, kita bisa menjadi tidak respek kepada orang lain oleh karena mereka tidak berhasil menjaga tubuh mereka dari sesuatu yang mengganggu kenyamanan orang lain. Walau orang itu cerdas bagaimanapun, tapi kalau tidak harum, setidaknya kita kurang responsif terhadapnya. Harum bukan berarti kita harus selalu menggunakan parfum akan tetapi kita berusaha semaksimal mungkin menjaga tubuh kita dari seuatu bau yang mengganggu.
Tidak mutlak membeli parfum sebenarnya, tapi dengan kebiasaan bersih mandi dua kali sehari atau lebih dari itu, setidaknya itu cukup untuk menjaga keharuman tubuh kita. Tubuh yang harum akan membuat kita lebih leluasa beraktivitas. Seperti yang kita saksikan di iklan televisi, banyak orang yang tidak harum itu kemudian dijauhi oleh rekannya. Olehnya itu, maka menjaga keharuman tubuh, tentunya juga ke depan akan berimbas pada keharuman nama kita. []

Tidak ada komentar:

Posting Komentar