Minggu, 21 Juni 2015

Bergerak, Tumbuh, dan Berkembanglah!



SESEORANG pernah berkata, ”Bergeraklah karena diam berarti mati.” Yang lain mengatakan, filosofi hidup ini, kata beliau, adalah tumbuh dan berkembang! Tidak bergerak, tidak tumbuh dan tidak berkembang adalah alamat dari kematian. Orang yang tidak mau menggerakkan seluruh semaksimal mungkin potensi yang ada dalam dirinya, sama saja dengan terburu-buru menggali sendiri kuburannya.
Begitupula orang yang tidak menumbuhkembangkan talenta yang telah diberikan Tuhan, dan dengan relanya tergabung dalam barisan orang bodoh, maka seperti kata ulama, “Takbirkanlah untuknya empat kali sebagai tanda kematiannya!”
Jika kita rajin membaca sejarah dalam dan luar negeri, kita akan temukan bahwa orang-orang besar yang pernah ada di muka bumi ini adalah mereka yang menerapkan ketiga prinsip ini: bergerak, bertumbuh, dan berkembang!
Mereka bergerak, karena mereka sadar bahwa mereka diciptakan Tuhan sebagai khalifah. Olehnya itu, mereka harus memiliki daya gerak untuk membuat perubahan-perubahan. Sangat mustahil mereka akan menjadi agen perubahan di muka bumi ini jika mereka tidak bergerak. Kita akan temukan, dalam ritme hidup mereka tidak selamanya mereka di atas. Pun demikian tidak selamanya di bawah. Hidup mereka tak selamanya indah memang, dan langit di atas kehidupan mereka juga tidak selamanya cerah.
Terkadang mereka terhempas oleh kegagalan. Mereka terjatuh, terperosok dalam lubang kegagalan. Tapi hal itu tidaklah membuat mereka mati seketika itu, malahan kegagalan-kegagalan itu menjadikan mereka semakin tumbuh, membangkitkan semangat mereka untuk mendongakkan kepala ke langit dan tetap mengepalkan tangan perjuangan. Mereka terjatuh, tapi mereka langsung berdiri, bangkit dan segera tumbuh! 
Ketika kita melihat, ketika kehidupan mereka beranjak naik, ketika kehidupan mereka semakin terlihat cerah, mereka tidaklah terlena dengan fatamorgana itu. Mereka justru tetap mengembangkan potensi-potensi yang ada, kelebihan yang ada untuk berbagai program kemaslahatan. Sejatilah mereka, orang-orang terpilih! Sejatilah mereka, orang-orang tercerahkan! Orang-orang yang ketika terjatuh, dengan segera dia bangkit dan mengikuti filosofi panah: mundur sebentar untuk melesat jauh ke depan! []

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berbagi dengan Orang Aceh

Berbagi dengan FLP Aceh Setelah berakhirnya Munas IV FLP, saya diminta oleh beberapa kawan FLP Aceh untuk sharing pengalaman. Sejak iku...